Live Casino Sbobet Online Agen Live Casino Online ituCasino Judi Poker Domino 99 ituQQ
dmbet99.com
Agen Judi Poker Domino99 dan Ceme Online Indonesia
Banner
Agen Poker BandarQ Online ituPoker
Forum ZonaLendir
Go Back   Forum ZonaLendir / ZONA ADULT / Kisah Asik / Umum
Register FAQ Members List Calendar Search Today's Posts Mark Forums Read

Notices

Agen Bola Agen Bola Agen Poker Bandar Poker Sakong BandarQ Online Situs Sbobet Online Agen Judi Togel - Bandar Togel Online - Judi Lotto - Agen Toto Online
sahdomino.com sahpoker.net Oppabet.com

Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 07-20-2014, 08:14 PM
sentabet sentabet is offline
Senior Member
 
Join Date: Jul 2014
Posts: 1,409
Default Kunikmati Tubuh Indah Pacarku Pt. 2: Kami Menikmati Persetubuhan Itu

Tetapi, kurasakan penisku sangat nikmat, dan saat aku melihat ke bawah, ia sedang asyik menikmati batang penisku. Ia menjilati kepala penisku juga dengan lubang kemihnya, padahal dahulu aku ingat, ia mau melakukan ini, tetapi ia malah menikmati penisku seperti ia memakan Ice Cream Feast kesukaannya. Kulihat wajahnya yang cantik, dan aku panggil ia pelan.

“Yank, kamu suka sama jelly, sampe dijilatin begitu?”
“Iya ayank, tiba-tiba aku pengen jilatin aja, tadi kan kamu udah jilatin pepep aku, gantian yank, aku pengen bikin kamu crot,” ujarnya dengan senyum nakal.
“Jangan yank, mendingan kita ML lagi, nanti kalo udah crot, aku gak bisa ML lagi sama kamu.”
“Bodo, pokoknya kalo gak ML, aku ngambek loh yank,” ujarnya dengan wajah yang sedikit bete.
“Iya, yaudah deh,” ujarku dengan pelan, padahal hatiku senang bukan main.
“Yank, ini namanya apa?” tanyanya manja sambil meremas biji penisku.
“Itu namanya testis, disana tempat sperma diproduksi yank,” ujarku secara ilmiah.
“Aku mau kamu keluar yank, gimana cara yang paling cepet?”
“Kamu emut aja jelly-ku, nanti juga keluar sendiri kalo udah waktunya yank.”

Ia pun memulai semua aksinya, ia mulai menjilat bijiku dan sesekali mengemut dan menghisapnya dengan sangat lembut, sementara ia mengemut ia pun mengocok batang penisku dengan sangat nikmat. Wah, bila ini terjadi lima menit lagi, aku tidak tahan pasti aku akan crot lagi. Aku tahu, ia sengaja melakukan itu untuk membuatku keluar.

“Yank, berhenti dulu deh.”
“Kenapa yank, mau langsung masukin ke pepep? Gak boleh!”
“Gak, kamu boboan gih, nanti aku mau gesek di susu kamu.”
“Tapi pasti crot gak?” tanyanya dengan wajah yang sedang mengiterogasiku.
“Pasti kok, kan sama aja yank.”

Aku senang sekali, entah mengapa rasanya seperti aku tengah mengajarkannya untuk menikmati seks. Padahal aku pun tahu banyak hal dari buku seksologi ataupun dari situs internet. Jujur, aku sangat tidak menikmati film blue, karena menurutku mereka lebay, hahahahahaha.

Ia pun merebahkan diri kembali, sesekali kulihat vaginanya, dan kutahu ia sudah basah, ia sudah siap untuk disetubuhi kembali. Kulihat jam, kini menunjukkan pukul 15.37, sudah hampir sore, dan aku harus bergegas mengantarkannya pulang, karena aku berjanji mengantarkan pulang ke orang tuanya sebelum jam 21.00.

Ia mengapitkan kedua payudaranya seperti perintahku, dan aku mulai memasukkan penisku diantara kedua payudara 36D miliknya yang menurutku oversize, mirip Maybach 62S. Lembut sekali jelas sensasinya berbeda antara vagina dan payudara, di sini terasa lebih empuk dan lembut saat kupompa, tetapi sangat kering, jadi ini memudahkanku untuk crot lebih cepat.

Perlahan tetapi pasti, aku mulai memompa penisku di antara payudaranya, entah kenikmatan apa yang saat itu ia rasakan, tetapi wajah cantiknya kembali terpejam dengan mulut yang terbuka, seakan ia tahu bahwa aku akan memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Akhirnya gerakanku semakin cepat dan liar, suara desahan seksinya semakin membuatku bernafsu. Dan akhirnya setelah lima menit kunikmati apitan payudara besarnya, aku bersiap mengeluarkan sperma ini.

Kuraih kepalanya agar ujung penisku bisa masuk ke dalam mulutnya yang pink dan mungil tersebut. Dan ah, aku akhirnya keluar spermaku memenuhi mulut Sinta beberapa tertumpah di pipi dan dahinya. Sungguh ini adalah kenikmatan yang aku sering impikan sejak dahulu bersamanya. Ia mencoba untuk menelan spermaku, dan setelah ia menelannya, ia tersenyum kepadaku.

“Ini yah rasanya sperma, asin n agak amis kayak telor yah yank,” ujarnya dengan senyuman manisnya, seakan ia senang melakukan itu.
“Aku gak tau yank, masa aku makan spermaku sendiri.”
“Awas loh yah, kalo begini sama cewek lain, aku gigit jelly kamu sampe putus,” ancamnya dengan mata yang tajam.
“Gak akan yank, kan kamu tahu, dari dulu aku cuma cinta sama kamu, dan aku gak akan cari cewek laen kok yank.”
“Janji yah sama aku?”
“Aku janji yank.”
“Yank,” ujarnya dan melihatku, “jelly kamu jadi kecil, lucu deh,” ujarnya sambil tertawa kecil.
“Yah, kamu apain kek yank biar bisa gede lagi, katanya mau ML lagi ma aku?”
“Emang kalo begini gak bisa dimasukkin yah?” tanyanya denga polos.
“Gak bisa dong sayangku cintaku, harus berdiri tegak supaya bisa nembus pepep kamu.”

Ia pun mengerti dengan ucapanku, ia mulai menjilati lagi lubang penisku, rasanya geli dan nikmat sekali. Dan ia pun menghisap lubang itu, dan kurasakan seperti melayang saat kenikmatan itu ia lakukan kepadaku. Sebenarnya penisku tidak terlalu lemas, hanya sedikit mengendur, dan setelah ia melakukan itu, penisku kembali berdiri dengan tegak.

“Wow, jadi lebih gede yank dari yang tadi.”
“Kamu suka gak?”
“Kita liat aja yank.”

Kini kuambil alih permainan, kuulangi rangsangannya dari awal. Pertama aku bermain dengan telinga kirinya, kulumat pelan dan kujilati dengan lembut sampai ke lubangnya, dan itu berhasil, ia mulai mendesah tanda kenikmatan. Tidak berhenti sampai di sana, aku meraih pantatnya. Kuoles sedikit dengan cairan vaginanya, dan kumasukkan perlahan jari telunjukku ke dalam lubang pantatnya sembari kulumat telinga kirinya.

Kuputar jari telunjukku, dan ia makin tak terkendali lagi, beralih dari telinga, akhirnya aku menjilati telinga kanannya dengan lembut, memang sejak dahulu aku tidak pernah kasar melakukan aktivitas seks bersamanya. Telunjuk kiriku masih sibuk di pantatnya, sementara tangan kananku meraih payudaranya dan mulai memilin putingnya yang mungil tersebut.

Ia menggelinjang kenikmatan, aku tahu dalam waktu yang tidak lama lagi, ia pasti akan orgasme lagi. Aku kadang berpikir, nikmatnya jadi Sinta, ia dapat dengan mudah orgasme meski hanya diisap putingnya dengan mulutnya, aku juga ingin dapat merasakan multi-orgasm seperti yang ia rasakan, aku yakin pasti itulah yang membuatnya ingin terus melakukan aktivitas seks denganku.

Benar dugaanku, tidak lama kemudian kurasakan otot di lubang pantatnya menarik telunjukku, dan tadi yang semula kulumat telinga kanannya, kini ia mendekapkan kepalaku ke bantal, sembari ia berteriak namaku dengan sangat menggairahkan. Kali ini sudah 1 – 1, pertarungan tadi pagi aku sudah menang 5 – 1 , kini agregat sudah 6 – 2 untukku.

Ia mulai menikmati orgasme yang ia rasakan, vaginanya pun tambah lumer dengan cairan bening yang kembali mengucur keluar seraya dengan desahan kenikmatan yang ia lontarkan ke udara. Lagi-lagi dinginnya Sharp Inverter 6000 BTU tidak dapat mengalahkan kalor yang terbakar di tubuh kami. Suara desahannya menambah nikmat semua ini.

Aku keluarkan jariku dari pantatnya, dan aku pun mengelapnya dengan Mitu yang selalu ia bawa saat kita sedang melakukan aktivitas seks. Kali ini aku tidak tinggal diam, aku mulai dengan mencium bibirnya dengan perlahan dan lembut, seperti yang telah aku katakan sebelumnya, aku tidak suka bermain kasar, karena aku lebih menikmati permainan lembut dan pasti, dibandingkan dengan permainan kasar.

Kulumat bibirnya yang tipis itu, dan aku perlahan memasukkan lidahku ke dalam mulutnya, ia pun dengan penuh nafsu mengulum lidahku. Dan permainan lidahpun dimulai di sini, ia makin tidak terkendali, dan dengan mudah meremas kedua payudaranya dengan lembut dan perlahan. Ia pun tidak kalah, dengan tangan kecilnya dan jarinya yang lembut ia kembali meraih penisku.

Kami mengubah posisi, kini kami berposisi menyamping, ia miring ke arah kiri, sementara aku ke arah sebaliknya. Kini wajahku sudah berhadapan dengan wajahnya. Kini aku dapat melihat jelas wajah cantiknya yang sejak tadi tersenyum nakal. Saat kusentuh lembut rambutnya, aku menyatakan cintaku kepadanya, dan ia membalas dengan senyuman nakalnya yang khas saat ia sudah terangsang.

Ia mengapit kaki kiriku dengan kedua kakinya, sungguh terasa vaginanya yang basah di paha kiriku. Sementara itu, aku menurunkan kepalaku sampai ke payudaranya. Kulihat putingnya sudah mengeras kembali, meski mungil tetapi aku sangat menyukainya. Betapa tidak, aku adalah pertama untuknya, dan ia adalah pertama untukku.

Batang penisku kembali ia raba, lalu ia mulai mengocoknya dengan cepat, aku pun tidak kalah, kulumat puting kirinya dengan lembut, sesekali kuhisap dengan penuh nafsu dan itu membuatnya semakin menggelinjang. Kugesekkan pahaku ke vaginanya yang sudah sangat basah, rasanya sangat licin dan dia mulai mendesah lebih keras.

Kujilati seluruh bagian payudara kanannya, dan beralih ke kiri, dengan arah memutar dari luar sampai ke bagian dalam, sampai kepada putingnya yang sudah mengeras. Aku harus membuatnya orgasme sekali lagi untuk meredam nafsunya, dan akhirnya kujilati dan kuhisap pelan-pelan payudaranya. Kakinya yang tadi mengapit kakiku, kini telah dibukanya, seakan memintaku untuk secepatnya memasukkan penisku ke dalam vaginanya.

“Aku gak tahan yank, masukin dong,” pintanya dengan lirih.
“…” aku tetap menghisap putingnya, sembari meremas pantatnya yang kencang.

Aku tidak peduli dengan kata-katanya, aku tidak ingin kalah set lagi, akhirnya aku mengalihkan tangan kiriku untuk menjamah vaginanya. Kusentuh bibir luar vaginanya lembut dengan dua jariku. Sesekali kupilin klitorisnya yang mengeras dan siap untuk disetubuhi lagi. Aku tahu sebentar lagi ia orgasme, dan saat ia akan orgasme, aku menghentikan isapanku dan gerakan tanganku. Ia merubah posisi, kini ia tidur terlentang dan aku berpangku tangan di hadapannya.

“Ayank, aku udah gak tahan, masukin yank,” pintanya dengan wajah yang sangat terangsang.
“Ayank minta aku masukkin apa?”
“Jelly yank, masukin jelly ke pepep aku, aku gak tahan,” pintanya lalu ia mengangkang.
“Ayank mau sekarang?” tanyaku yang memang sengaja meledeknya.
“Iya yank, entot aku yank, entot aku,” ujarnya dan kata-kata itu sungguh mengejutkanku, bagaimana bisa Sinta mengatakan hal sevulgar itu di depanku.
“Iya, tapi aku mau jilatin pepep ayank dulu boleh gak?”
“Iya, boleh bikin aku dapet yank.”

Ia mengangkang dan kini kulihat vaginanya sedikit terbuka, ia telah siap menerima serangan penisku. Tetapi aku harus menjaga tempo permainan dengan perlahan. Aku tidak boleh sembarangan crot saat ini. Aku pun menjilati vaginanya yang sangat basah, dan rasanya sama, asin seperti tadi. Lidahku mulai memasuki liang vagina yang masih bersih tersebut. Bibirnya masih gemuk dan warnanya masih merah muda.

Kugerakkan lidahku naik turun di liang surga miliknya, ia mulai berteriak dan mendesah tanda kenikmatan yang amat sangat. Teriakannya membuatku bergerak semakin cepat, dan pada bagian akhirnya kukulum klitorisnya dan kuhisap lembut.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah, ayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaank,” teriaknya dan ia menggelinjang.

Ia orgasme lagi, nafasnya makin menderu tajam dengan teriakannya yang berulang-ulang. Ah ah ah aah ah, suara itu terdengar menggema di kamarku, semakin ia teriak semakin kuat aku menghisap klitorisnya, dan ia pun menjambak rambutku, aku tahu dia sangat menikmati ini, hatiku merasa puas telah membuatnya orgasme berulang-ulang.

Setelah agak lama, gelombang tubuhnya mulai menurun, dan aku perlahan melepas kulumanku, dan tebak apa yang terjadi? Cairan vaginanya sangat banyak keluar dari sana, sungguh kini aku yang sudah tidak tahan untuk menyetubuhinya.

“Ayank, jelly kamu, entot aku,” pintanya singkat.
“Ayank suka dientot?”
“Suka yank, suka banget,” pintanya dengan wajah yang merah.
“Tapi jangan ngambek lagi yah, kalo aku kasih entot?” pintaku dengan singkat.
“Iya yank, tapi kamu janji kasih aku jelly kalo aku pengen,” pintanya yang hanya menjadi buah simalakama bagiku, betapa tidak gadis berpayudara besar ini memiliki nafsu yang besar.

Kubangunkan dia, dan aku putar badannya, aku ingin mencoba Doggy Style yang kata orang memiliki tingkat penetrasi yang tinggi. Tanpa komando, Sinta menungging, kulihat cairan vaginanya masih mencair dari liang kenikmatan itu. Ia merebahkan kepalanya di bantalku, dan menjunjung tinggi vaginanya ke udara, tentu harapannya adalah penisku akan masuk ke dalam vaginanya.

Aku mengabulkan permintaannya, dan memang juga aku sudah tidak tahan ingin bersetubuh dengannya. Kumasukkan pelan penisku, tapi masih saja tetap sulit untuk memasukkan penisku ke vaginanya. Apakah memang seperti ini? Tapi ini tetap rapat hanya berbeda sedikit saat pertama aku memasukkan penisku. Perlahan, dan ia berteriak nikmat setiap bagian dari penisku sampai masuk seluruhnya.

Aku tidak langsung memompanya, kudiamkan penisku dipijat oleh dinding vaginanya yang sangat rapat itu, ohhhh, aku sungguh bahagia bisa bersetubuh lagi dengannya. Sungguh aku tidak dapat keluar dari sini sampai aku crot lagi, setelah itu aku mulai meremas kedua pantatnya dengan keras. Ia berteriak kenikmatan, dan akhirnya dengan meraih kedua payudaranya aku mulai memompa.

Perlahan, ia mulai mendesah, aku tidak tahu bagaimana nikmat rasanya jadi dirinya, yang pasti ia sangat menikmati hal itu. Rambutnya yang panjang sepinggang juga sudah acak-acakan karena semua gerakan kami yang sudah tidak terkendali.

“Ayank, aku butuh entotan kamu,” ujarnya dengan mendesah.
“Iya ayank, aku juga butuh entotin kamu.”
“Ih ayank nefsong banget omonganya,” ujarnya meledek, padahal nafasnya sudah tidak teratur.
“Tapi ayank suka kan,” ujarku lalu kuremas payudaranya.
“Aaaaaaaaaaaayaaaaaaaaaaaaaank , Sinta sekarang cuma punya ayank Tama, bikin aku bahagia yah yank.”

Tubuhnya mulai gemetar, sebentar lagi dia akan orgasme, sebagai kekasih yang baik aku harus membuat orgasme itu senikmat mungkin untuknya. Kupercepat gerakanku, sehingga terdengar bunyi cairan pelumas yang berdenyit semakin keras. Clap clap clap clap clap, bunyi itu sangat membuatku semakin bernafsu kepadanya. Tidak lama kemudian, ia orgasme lagi, kupertahankan tempo kocokanku, sembari kupilin kedua putingnya dengan cepat.

Desahannya menandakan ia amat menikmati orgasmenya, erangan manjanya menyebut namaku, dan itu membuatku semakin bernafsu dengannya. Untunglah, aku belum ingin crot, jadi aku dapat bermain lebih lama dengannya, dan aku sangat menikmati permainan ini. Penisku terasa dihisap oleh vaginanya yang hangat.

Semula aku mengocok penisku, tetapi hisapan vaginanya membuatku berhenti bergerak dan penisku terasa berat, tapi nikmat. Aku menikmati hisapan itu rasanya seperti melayang ke surga, dan hisapan itu berhenti seraya dengan melemasnya badan Sinta. Mungkin ia lelah, tetapi penisku masih belum lelah, rasanya ingin langsung kukocok, tapi hatiku berkata, aku ingin menikmati seks bersama-sama, sehingga aku dan dia merasa sama-sama nikmat.

Aku berangsur mundur untuk melepaskan penisku dari liang vaginanya, tetapi aku kaget mendengar kata-kata, “yank, jangan lepasin jelly kamu,” keluar dari mulut mungilnya. Akhirnya aku memasukkan lagi penisku lebih dalam ke vaginanya dan membiarkannya menikmati itu sampai erangannya berhenti. Nafasnya yang masih menderu, seakan memberitahukan kepadaku bahwa ia masih ingin lagi bersetubuh.

Kuremas pelan payudaranya, “ah aku harus mengulangnya dari awal supaya ia dapat menikmati ini,” ucapku dalam hati. Pelan-pelan kuraih leher belakangnya dengan lembut, kujilati dengan penuh cinta, ia pun yang baru saja berhenti mengerang, kini mulai mengerang lagi dengan lebih seksi. Entah apa yang saat ini ia rasakan, tetapi aku bisa merasakan tubuhnya jadi lebih mudah aku kendalikan.

Lelah menggunakan DS, aku memintanya untuk duduk di pangkuanku. Kuputar badannya ke depan dan kini aku duduk berhadapan dengannya dan ia tengah kupangku sekarang. Sensasinya sangat luar biasa, apalagi saat aku melihat wajah cantiknya yang kini telah memerah dan tampak sangat bernafsu denganku.

Kuputar ke kanan pinggangnya sehingga aku merasakan sensasi luar biasa saat penisku terputar. Ia pun terlihat sangat menikmati gerakan itu, yang semula kupandu, kini ia memutar sendiri pinggangnya. Ia tidak mendesah, tetapi ia mengulum sendiri bibirnya sembari memejamkan matanya. Semakin lama, ia semakin mengadahkan kepalanya ke atas.

Tidak lama kemudian, aku menyuruhnya untuk mulai memompa kembali ke atas dan ke bawah. Payudaranya kini kembali bergoyang naik turun, dan itu sangat menggemaskan. Putingnya yang mungil begitu menggodaku untuk menghisapnya, dan aku mulai menghisap puting kanannya, sementara aku meremas payudara kirinya sembari sesekali memilin putingnya.

Tetapi semakin lama, gerakannya semakin tidak teratur, dan aku merasa sebentar lagi aku akan crot. Ah cepat sekali, padahal aku ingin bermain lebih lama dengan dirinya. Akhirnya aku memutuskan untuk menghentikan gerakannya, dengan alasan untuk berganti posisi. Ia pun mengerti dan kami memutuskan untuk bermain pada posisi misionaris.

Sempat kulepas penisku, karena aku tidak ingin cepat-cepat crot. Saat melepas penisku, rasanya jauh sekali, dan ia juga sempat mendesah karena ia berpikir aku akan memompa kembali. Aku tidak langsung bermain, kukecup lembut keningnya dan kucium bibirnya dengan lembut. Lalu dengan tersenyum kepadanya aku memulai untuk memasukkan penisku ke dalam vaginanya.

Mengapa masih saja sulit, padahal kan aku sudah bermain lama dengannya? Ah sudahlah aku nikmati saja. Desahannya semakin menggodaku saat penisku masuk semakin dalam. Dan saat penisku telah masuk seluruhnya, tanpa komando ia mengunci pinggangku dengan kedua kakinya. Sebelum bermain, kuelus kedua pahanya yang putih dan mulus.

Sessat kukagumi kesempurnaan tubuhnya, wajah cantiknya dipadu dengan hidungnya yang mungil, ya Ibuku juga bilang, hidungnya mungil dan bagus, matanya coklat dan bening, tulang pipinya tinggi serta bibirnya tipis dan berwarna pink dipadu dengan rambutnya yang panjang bergelombang.

Tubuhnya juga sintal, mirip namanya Sinta, dadanya besar dan perutnya pun rata. Jika dilihat dari belakang bentuk tubuhnya mirip gitar spanyol yang berlekuk indah. Tetapi ia tidak terlalu tinggi, mungkin 160 cm, dan kakinya juga tidak terlalu jenjang. Ditambah dengan keindahan vaginanya yang menurutku semakin membuatnya sempurna di mataku.

“Kamu itu sempurna yank,” ujarku pelan.
“Makasih yank, tapi dari dulu bukannya kamu sering bilang begitu yah?”
“Iya, tapi baru sekarang aku lihat semuanya sempurna.”
“Dasar si ayank, senengnya bikin aku geer aja,” ujarnya tersenyum tetapi nafasnya masih menderu.
“Luph u yank.”
“Luph u too.”

Lalu, aku pun mulai memompa vaginanya yang sejak tadi sudah mengurut penisku. Ia pun mulai mendesah dengan pelan dan semakin mengeras seiring dengan naiknya tempo pompaanku. Semakin cepat aku bergerak, akhirnya kini aku mulai membungkuk dan meraih tubuhnya. Kupeluk erat kekasih hatiku ini, sungguh aku mencintainya dan sangat tidak ingin kehilangan dirinya.

Kuraih lehernya dan aku mulai menjilati lehernya dan sesekali kuhisap, tetapi tidak meninggalkan bekas yang berarti. Terdengar suaranya memanggil namaku, dan aku pun semakin bernafsu saja untuk memompanya. Selesai dengan lehernya aku mulai menjamah bibirnya.

Sementara vaginanya menikmati pompaan penisku, aku mengulum bibir bawahnya dan ia pun menyambut itu. Akhirnya ia menjulurkan lidahnya untuk kukulum juga. Lalu kami bermain dengan lidah kami, kuputar tidak beraturan, tetapi hal itu semakin membuat situasi memanas. Lalu selesai dengan lidahnya kini aku kembali ke payudaranya.

Aku menjilati puting kirinya dan tangan kananku mulai meremas payudara kanannya. Kurasakan ia lebih menikmati itu, karena ia makin menyodorkan vaginanya untuk lebih kupompa, tetapi jujur ini sudah maksimum, dan aku tidak dapat menambah kecepatan lagi, ya mungkin aku butuh banyak latihan.

Lalu, kurasakan aku sudah mulai ingin crot, aku ingin bersiap-siap untuk mencabut penisku dan ingin mengarahkannya ke payudaranya. Karena aku tidak ingin mengambil resiko, sehingga seketika aku mulai mempercepat gerakanku dan bersiap untuk melepaskannya. Tetapi, hal yang tidak terduga terjadi, ia tidak membiarkanku melepaskan penisku, dan tidak lama ia pun mulai menggelinjang.

Ia kembali orgasme lagi, dan tidak lama kemudian diikuti dengan penisku yang memuntahkan cairan kenikmatan itu. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa, dan terasa spermaku dihisap habis oleh vaginanya, seakan ia akan menuju serviks melalui tuba fallopi. Ia berteriak memanggil namaku, dan aku tahu kini ia dalam kenikmatan. Tidak lama kemudian, aku meraih bibirnya, dan ia mendekapku dengan sangat erat.

Ia menciumku dengan sangat ganas, ia menghisap seluruh lidahku, sehingga terasa sedikit sakit. Hisapan itu sama kuatnya dengan hisapan vaginanya, it feels a double pleasure to me. Dan setelah dua menit, dekapannya mulai melemas begitu juga dengan hisapan vaginanya. Aku merasakan penisku kini tidak dalam keadaan ereksi dan aku pun melepaskannya dari liang surga milik Sinta.

Sesaat setelah aku mencabut penisku, kulihat cairan spermaku mencair dari dalam vaginanya. Aku pun langsung mengambil Mitu dan meletakkannya tepat di bawah vaginanya. Aku melihat spermaku perlahan-lahan keluar dan mulai menetes ke tisunya. Sepertinya ia pun menikmati sensasi itu, karena kulihat wajahnya memerah, entah, tapi tidak mungkin ia masih bernafsu.

“Ayank, makasih banget yah, aku bener-bener bahagia,” ucapnya sambil tersenyum manis.
“Sama-sama yah yank,” ujarku dan mengecup keningnya.
“Rasanya geli-geli gimana gitu,” ujarnya singkat.
“Apanya yank?”
“Itu loh sesuatu yang keluar dari pepep aku,” ujarnya dan jarinya meraba vaginanya sendiri.
“Sperma aku toh yank,” ujarnya sambil tersenyum.
“Ayank, sekali lagi bisa gak?”
“Hah?” tanyaku heran
“Iya, entot aku sekali lagi ayank, mumpung di rumah kamu sepi, jadi bisa maen lama.”
“Yaudah, nanti aja yah sekalian mandi, mau gak, aku istirahat dulu yank,” ujarku lalu menghela nafas.
“Hore, asyik sekali lagi, makasih yah yank,” ujarnya lalu memeluknya dan memberikanku quick kiss seperti biasanya.

Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


New To Site? Need Help?

All times are GMT +7. The time now is 05:50 PM.

ZonaLendir
Search Engine Optimisation provided by DragonByte SEO (Lite) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2014 DragonByte Technologies Ltd.